Memiliki aplikasi berbasis web layaknya aplikasi desktop yang menyediakan kemampuan listener atau event handler mengharuskan penulis mencari contoh kode yang sudah menyediakan feature tersebut. Sedangkan teknologi Java sudah memiliki framework yang mirip desktop listener, yaitu JSF.
Hanya saja penulis tidak menyukai JSF dengan begitu banyaknya tag dan fleksibilitas kode yang tidak cocok dengan gaya penulis.
Akhirnya setelah mencari-cari ketemu librari ExtJS yang menggunakan Javascript dan AJAX.
AxjS:
ExtJS yang demikian fleksibel dengan tampilan GUI-nya yang manis merupakan pengembangan dari YUI, yaitu yahoo javascript librari yang dipadu dengan Jquery dan prototype. Integrasi ketiga librari dengan mengedepankan paradigma OOP yang telah didukung oleh Javascript menjadi nilai tambah librari ini untuk menjadi pilihan pemrograman web masa kini.
OOP Javascript
Javascript tidak mengenal tipe data, tapi mendeteksi tipe data secara otomatis. OOP Javascript sudah mendukung object yang memiliki property dan juga method, konstruktor dan juga konsep pewarisan. Sehingga pengembangan aplikasi web bisa reuse code yang sudah ada dan mengembangkannya (extends).
seperti:
xt.extend(MainPanel, Ext.TabPanel, {
width : 800,
height : 600,
initEvents : function(){
MainPanel.superclass.initEvents.call(this);
}
//more action handler for this panel
});
Application Layout Tutorial
Dalam membutuhkan librari ExtJS, dimana kita harus meng-include-kan file javascript dari ExtJS yaitu ext-base.js dan ext-all.js (untuk production) atau ext-base-debug.js dan ext-all-debug.js (saat development), serta file css ext-all.css. Sesuaikan aja lokasi path dengan lokasi path librari extjs di komputer yang kita miliki.
Di dalam tag body bisa anda tambahkan informasi apapun atau tag div dari DOM.
Kemudian file Javascript lain applyayout.js, ini adalah file javascript baru yang anda buat. Di dalamnya berisi kode javascript untuk pembuatan aplikasi web .
Membangun Aplikasi Web dengan AJAX
Hampir semua orang pasti pernah menggunakan gmail, yahoo mail, google sugest atau Google maps, dan pasti semua orang menyadari bahwa aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbasis web yang dinamis dan menggunakan konsep pemrograman baru. Jika diamati lebih jauh aplikasi tersebut terlihat seperti aplikasi desktop tanpa menggunakan plug-in apapun maupun fasilitas khusus dari web browser.
AJAX itu sendiri adalah kepanjangan dari Asynchronous Java and XML. Istilah AJAX digunakan pada website yang berinteraksi dengan server melalui javascript secara asinkron (background), sehingga pengguna tidak perlu me-load keseluruhan isi page. Hal ini menyebabkan pengiritan waktu dan bandwidth, juga menghasilkan website yang makin interaktif.
Aplikasi Web berbasis klien dan berbasis server
Saat ini web tidak semata-mata digunakan untuk menampilkan informasi saja, namun fungsi web semakin meluas. Web mulai digunakan untuk aplikasi yang banyak membutuhkan interaksi dari pengguna.
Aplikasi web tidak saja digunakan di internet, namun juga dapat digunakan untuk keperluan intra-organisasi. Jaringan aplikasi web yang terpasang dalam lingkungan intra-organisasi disebut intranet.
Untuk itulah beberapa perusahaan perangkat lunak mulai berlomba untuk menawarkan teknologi bahasa pemrograman, skrip, eksentensi baik gratis maupun komersial untuk membuat situs web lebih menarik.
Aplikasi Basis Data berbasis Web dengan arsitektur aplikasi multi-tier
Aristektur multi lapisan (dalam hal ini tiga lapisan) terdiri dari lapisan-lapisan yaitu: Lapisan pertama adalah klien yang berupa web browser untuk menampilkan halaman web. Lapisan kedua adalah aplikasi web berbasis server yaitu PHP dan Apache sebagai server web (tempat penyimpan dokumen web). Lapisan ketiga adalah server basis data RDBMS MySQL.
Cara Kerja Aplikasi Basis Data berbasis Web dengan PHP, MySQL, dan Apache.
1.Seperti Laboran Teknik Informasi membuka halaman web yang memakai php pada aplikasi Sistem Informasi Peralatan Laboratorium-Kantor dan Ruang yang sudah diupload di server teknik elektro, contoh www.student.te.ugm.ac.id/login.php.Tampilan yang dilihatnya berupa pengisian formulir pengisian login dan password.
2.Web server Apache menerima permintaan Laboran yang berupa login.php. Apache sudah diset untuk mengirim skrip yang berakhiran .php untuk diproses PHP.
3.Skrip ini lalu diproses oleh php, salah satu fungsinya adalah membuka koneksi dan mencari data yang ada di server MySQL dengan bahasa SQL. Pada aplikasi ini login.php berfungsi mengecek apakah login dan password yang dimasukkan laboran melalui formulir di halaman web tersebut ada dalam basis data.
4.MySQL menanggapi permintaan ini berupa output dari hasil pencarian data dengan SQL. Misal saja hasilnya adalah data tidak diketemukan.
5.Respon dari MySQL berupa output SQL diterjemahkan lagi ke dalam bentuk html oleh php, lalu dikirim lagi ke Apache.
6.Apache lalu mengirim hasil ini kembali ke web browser. Laboran Teknik Informatika melihat respon ini, dalam bentuk HTML, misal berupa tulisan “Maaf Password tidak valid”.
hanya ini yang saya ketahui meski belum terlalu dalam juga jauh.
kalau ada kekurangan tolong di berikanan masukan.



